Cara Berpikir Menentukan Suksesnya Perusahaan

Posts tagged ‘persaingan bisnis’

Kompas anti konsumen

Anda bingung dengan judul tulisan di atas ?  Yang dimaksud Kompas anti konsumen artinya Kompas tidak butuh pembaca karena Kompas yakin tanpa pembaca pun pasti pengiklan akan antri habis habisan buat pasang iklan dan tanpa pembaca pun Kompas pasti tetap maju dan berkembang .

Nga percaya ?  Coba baca artikel artikel tentang Kompas ini :

https://konsultansolusi.com/2012/01/30/membaca-epaper-kompas-harus-bayar-rp-50-ribu-per-bulan-smart-marketing-atau-marketing-blunder/

https://konsultansolusi.com/2013/04/14/kompas-kedodoran-dalam-persaingan-bisnis-media/

Hal terbaru yang dilakukan Kompas adalah melakukan perubahaan besar atas tampilan , style dan jenis huruf atau font pada website Kompas.com .  Tentunya hal ini harus dilakukan oleh Kompas.com mengingat ada media berita online baru yang dalam waktu singkat berhasil memperoleh pembaca dalam jumlah besar padahal aslinya media berita online baru tersebut bukan berasal dari media cetak tradisional.

Sayangnya salah satu menu artikel paling top dan paling banyak dibaca orang dihilangkan dari halaman utama dan anda harus kili ke menu news di Kompas.com baru anda dapat melihat menu artikel tersebut .  Apakah menu artikel yang dihilangkan dari halaman utama Kompas.com tersebut ?

Surat Pembaca

Ya , Kompas.com menghilangkan menu Surat Pembaca dari halaman utama dan memindahkannya ke halaman berikutnya dengan mengklik  menu News dahulu baru muncul menu Surat Pembaca

Parahnya lagi adalah Kompas.com digawangi oleh petinggi petinggi yang sudah dicuci otak oleh Microsoft sehingga sangat Microsoft minded sehingga tampilan artikel tentang keluhan konsumen di menu Surat Pembaca hanya dapat dibaca sempurna jika anda menggunakan browser Internet Explorer.  Hal ini harus anda maklumi sebagai pembaca Kompas mengingat server internet Kompas pun berbasis windows server dengan berbagai menu berakhiran  .aspx dan bukan .php dan Kompas bukanlah pro open source  ( padahal Facebook sudah membuktikan opensource php tangguh dan dipakai habis habisan di Facebook )

Mau buktinya Kompas tidak pro konsumen karena membiarkan anda tidak dapat membaca artikel surat pembaca secara utuh kalau tidak memakai browser Internet Explorer ? ( Berapa persen sih pembaca Kompas yang memakai Internet Explorer saat ini ? ) dan artikel artikel di menu lain di Kompas.com semua normal dan utuh dapat dibaca dengan browser apapun dan hanya menu Surat Pembaca tidak dapat dibaca utuh .  Artikel di Surat Pembaca terpotong oleh tampilan iklan banner ( Kompas kan harus cari untung ) dan saya yakin seyakin yakinnya administrator web Kompas.com tahu sekali hal ini dan tidak diperbaiki  ( hal ini berlangsung sejak tampilan baru Kompas.com muncul )

Syukur kalau artikel ini membuat tampilan di menu Surat Pembaca di Kompas.com menjadi normal berarti tidak sia sia kritikan ini muncul dan kalau saat anda membaca Surat Pembaca di Kompas.com ternyata sudah normal , abaikan artikel saya ini karena sudah ada perbaikan di petinggi Kompas dan kalau anda membaca Kompas.com ternyata menu Surat Pembaca sudah muncul di halaman pertama , maka abaikan artikel saya ini juga karena berarti petinggi Kompas sudah berubah dan pro konsumen.  Jangan bilang saya bohong .

Ini Bukti per tanggal 21 Juli 2013 tampilan menu surat pembaca di Kompas.com ngaco selain di browser Internet Explore dan sampai tanggal 21 Juli menu Surat Pembaca di Kompas.com masih hilang dari halaman utama ( padalah di Kompas.com tampilan lama menu Surat Pembaca muncul di halaman utama ).

Screen Shot :

Menggunakan Internet Explorer

tampilan IE

tampilan IE

Menggunakan Chrome :

Tampilan Chrome

Tampilan Chrome

Menggunakan Firefox :

Tampilan Firefox

Tampilan Firefox

Hanya perusahaan yang bisa beradaptasi dengan perubahan zaman dan perubahan teknologi yang bisa survive dan maju.  Hanya perusahaan baru berdiri yang jago mengadopi teknologi terkini dan dapat memprediksi perkembangan teknologi di masa akan datang dan mengadopisinya dahulu yang akan maju dan hanya perusahaan yang sanggup menjalankan usahanya dan menghadapi persaingan melalui kaca mata pengguna nya serta digawangi oleh barisan tim sukses yang seumur dengan pengguna  mayoritas nya yang bisa sukses.

Jika anda pemilik usaha yang sudah berdiri lama bingung harus memulai dari mana menghadapi persaingan dengan pesaing baru yang lincah mengadopsi teknologi dan tren terbaru , silahkan hubungi saya atau email ke  info@konsultansolusi.com  , saya siap berdiskusi dan saling berbagi pengalaman , ide dan pencerahan untuk membuka pikiran anda.

Iklan

Minuman Energi – Kuku Bima Ener-G atau Extra Joss ?

Fakta lapangan yang kita ketahui saat ini adalah bahwa minum energi yang populer adalah Kuku Bima Ener-G. Kita tinggal wawancara pekerja lapangan seperti supir dan buruh bangunan serta warung warung kopi dan warung rokok dan jawabannya pasti Kuku Bima Ener-G. Abaikan pernyataan perusahaan yang menyatakan mereknya adalah pemimpin pasar karena tidak independen sifatnya.

Minuman energi bubuk di Indonesia dipopulerkan oleh Extra Joss yang saat munculnya mempopulerkan istilah “ buat apa botolnya yang penting biangnya”. Sukses besar berhasil diraih Extrajoss dalam menguasi pangsa pasar minuman energi Indonesia pada saat itu.

Saat muncul dan saat menguasai pangsa pasar , Extra Joss hanya memiliki satu rasa yakni rasa masam dan berwarna kuning. Dengan satu rasa tersebut Extra Joss sukses dan melakuan promosi besar besaran melalui media above the line seperti media cetak dan media elektronok serta media below the line seperti marka jalan .

Disaat puncak kesuksesan Extra Joss , pihak manajemen Extra Joss merasa kelebihan dana dan energi sehingga meluncurkan produk minuman energi serbuk lain yang berkonotasi obat kuat yakni Irex. Irex juga dipromosikan habis habisan melalui media cetak dan elektronik.

Padahal masyarakat mengetahui obat kuat tradisional itu adalah jamu merek Kuku Bima , apalagi minumnya dicampur telur bebek, bahkan sampai muncul plesetan bahwa Kuku Bima adalah singkatan dari “ KUrang KUat BIni MArah.

Kelebihan energi dan dana yang dimiliki Extra Joss dengan menyerang ke pangsa pasar obat kuat yang dikuasai Kuku Bima melalui merek Irex ternyata ditanggapi adem ayem oleh Kuku Bima.

Ibarat pertempuran markas besar diserang , Kuku Bima tidak meningkatkan pertahanan di markas besarnya , namun malah menyerang ke markas besar lawan.

Apa yang dilakukan Kuku Bima ?

Kuku Bima meluncurkan minuman energi serbuk Kuku Bima Ener-G dengan berbagai varian rasa dan berbagai warna. Kuku Bima membalikan aturan main yang menyatakan bahwa minuman energi serbuk haruslah berwarna kuning dan rasanya masam,.

Hasil akhirnya yang terjadi adalah minuman serbuk merek Irex dari Extra Joss malah kandas dan KO di lapangan dan menghilang dari peredaran .

Minuman energi serbu Kuku Bima Ener-G langsung menjadi primadona konsumen karena rasanya yang tidak masam dan variasi rasanya terutama Kuku Bima Ener-G rasa anggur yang menjadi favorit.

Extra Joss akhirnya ikut mengeluarkan berbagai variasi rasa untuk mengimbangi produk Kuku Bima Ener-G namun sudah terlambat karena Kuku Bima Ener-G sudah berhasil menancapkan kukunya di pasar minuman energi Indonesia.

Kesalahan terbesar Extra Joss adalah terlalu cepat berpuas diri dengan melakukan ekspansi ke produk lain yakni Irex dan bukannya fokus memperkaya produk utamanya.

Kelihaian Kuku Bima adalah jeli melihat cara berperang melawan Extra Joss yang masuk ke pasar obat kuat yang identik dengan Kuku Bima melalui peluncuran produk sejenis Extra Joss dengan memperkaya varian rasa dan warna yakni Kuku Bima Ener-G.

Kuku Bima melakukan proses Amati , Tiru , Perbaiki dalam perang pemasaran melawan Extra Joss.

Ibarat permainan bola , pihak yang terlibat dalam permainan bola seperti pemain,pelatih,wasit pasti tidak mengetahui kelemahan yang ada dan hanya pihak luar yang tahu . Hal ini berlaku untuk Extra Joss yang tidak mengetahui kelemahannya dan pihak luar yakni Kuku Bima mengetahuinya dan meluncurkan aksi untuk melawan kelemahan tersebut.

Jika ada ahli marketing yang memberikan contoh kisah sukses Extra Joss maka saya dapat menyatakan itu adalah ahli marketing tolol karena jika dijadikan bahan pelajaran di dunia marketing maka pemenangnya adalah Kuku Bima

Semua orang bisa menjadi ahli pemasaran secara otodidak tanpa harus kuliah dan tanpa harus memperkaya orang orang yang mengaku sebagai ahli pemasaran melalui seminar dan pelatihan untuk menguras kocek anda.

www.konsultansolusi.com

Awan Tag