Cara Berpikir Menentukan Suksesnya Perusahaan

Archive for Mei, 2012

Pantau surat pembaca untuk kemajuan perusahaan

Di era internet saat ini dengan adanya blog, facebook , twitter dan blackberry , penyebaran sebuah keluhan atas layanan suatu perusahaan atau suatu produk sangat cepat tersebar dan konsumen lebih percaya dari keluhan sesama konsumen daripada iklan dari perusahaan dan konsumen pasti mengeluh jika tidak puas dan diam saja jika puas.

Jika sebuah perusahaan berani mengeluarkan budget untuk pemasaraan tentunya perusahaan tersebut mau maju dan mau menghasilkan laba . Sayangnya banyak perusahaan tidak memasukkan satu bagian ke dalam bagian dari aktifitas pemasaran yakni memantau surat pembaca .

Aktifitas pemasaran dan reputasi perusahaan , reputasi produk dan reputasi layanan bisa terganggu hanya oleh sebuah surat pembaca. Ibarat susu sebelanga rusak oleh nila setitik , kemarau setahun dihapus oleh hujan sehari.

Jika diperhatikan , mayoritas perusahaan belum memiliki petugas khusus yang memantau surat pembaca , surat elektronok, pesan blackberry dan pesan group komunitas di forum internet . Dalam struktur perusahaan dan dalam job description perusahaan belum ada posisi pemantau surat pembaca.

Padahal melalui surat pembaca , komplain di internet , curhat konsumen di forum internet , sebuah perusahaan dapat mengetahui dan mengukur efektifitas budget marketing yang dikucurkan , berjalan atau tidaknya standar operasi perusahaan , perlu tidaknya perusahaan menyesuaikan standar operasi dengan perkembangan jaman , perlu tidaknya perusahaan meluncurkan strategi marketing yang baru.

Perusahaan dapat mulai memantau surat pembaca di internet melalui 3 portal / forum yang memiliki pengunjung terbanyak yakni :

http://www1.kompas.com/suratpembaca

http://suarapembaca.detik.com/

http://www.kaskus.co.id/forum/188/surat-pembaca

Perusahaan dapat mulai memantau surat pembaca melalui ketiga portal di atas dan juga tentunya melalui media cetak koran . Melalui pemantauan surat pembaca tersebut dapat diketahui kelemahan perusahaan anda. Melalu surat pembaca anda dapat juga mengetahui kelemahan pesaing anda .

Ayo mulai sekarang ciptakan job description baru di perusahaan anda yakni pemantau surat pembaca untuk mengetahui komplain dan keluhan pelanggan dan konsumen anda . Jangan sampai pesaing anda memanfaatkan surat pembaca untuk memenangkan persaingan bisnis.

konsultansolusi@gmail.com

Iklan

Dilarang memotret di Ancol !

Memotret di Ancol dan mengambil foto di Ancol adalah aktifitas sebagian besar pengunjung kawasan rekreasi Ancol.  Bagaimana jadinya jikalau pengambilan foto dan sesi motret di Ancol dilarang ?

Mengunjungi pantai di Jakarta tidaklah gratis seperti di Bali.   Mengunjungi pantai di Jakarta ya berarti mengunjungi kawasan wisata Ancol yang memungut tiket masuk Rp. 15 ribu per orang dan jika membawa kendaraan mobil di pungut lagi Rp. 20 ribu per mobil serta Rp. 15 ribu per motor.

Sebagai kawasan wisata tentunya pengunjung ingin berekreasi dan foto foto tapi jangan sembarangan mengambil foto di Ancol karena ternyata manajemen Ancol belum mengijinkan penggunaan kamera tipe SLR atau kamera tipe DSLR seperti model berikut  :

Kelihatannya manajemen taman rekreasi Ancol belum mengikuti perubahan teknologi . Ditengah maraknya kamera tipe SLR dan kamera tipe DSLR yang mulai mengambil alih kamera tipe pocket ternyata tidak diantisipasi oleh pihak taman rekreasi Ancol.

Bukti pelarangan penggunaan kamera SLR dan kamera DSLR di taman rekreasi Ancol muncul di surat pembaca di Kompas dan di Kaskus berikut :

http://old.kaskus.co.id/showthread.php?t=14534027
http://www1.kompas.com/suratpembaca/readtanggapan/32580

Walaupun pihak taman rekreasi Ancol menanggapi surat pembaca tersebut , namun tentunya tindakan security Ancol menghadang pengunjung yang menggunakan kamera SLR dan kamera DSLR pasti berdasarkan peraturan manajemen Ancol dan bukan inisitaif security.

Konon berdasarkan isi Kaskus , jika menggunakan kamera SLR dan kamera DSLR untuk mengambil foto di wilayah pantai tertentu di Ancol harus memberitahu dan meminta izin terlebih dahulu .

Bandingkan jika anda mengambil foto di pantai Kuta Bali boleh sebebas bebasnya dengan kamera tipe apapun dan yang pasti tidak bayar masuk ke pantai di Bali.

Mengambil foto di Ancol dengan kamera SLR dan kamera DLSR harus minta izin terlebih dahulu dan untuk masuk kawasan pantai di Ancol anda harus bayar lagi.

Di website Ancol.com tidak tertulis keterangan bahwa di kawasan tertentu di Ancol tidak diperbolehkan mengambil foto dengan kamera SLR dan DSLR tanpa izin.

Ditengah persaingan tempat rekreasi saat ini tentunya pihak Ancol terlihat ketinggalan kereta .  Pengunjung taman rekreasi Ancol tentunya ingin mengambil foto dan dengan maraknya kamera SLR dan DSLR , tentunya banyak pengunjung yang membawa kamera tipe SLR dan DSLR untuk mengambil foto di Ancol .  Bahasa sederhanya di dunia marketing adalah apa maunya pihak Ancol sih ?  Sudah bayar dilarang mengambil foto lagi .

Ayo buktikan bahwa pihak taman rekreasi Ancol mengikuti perkembangan zaman.

konsultansolusi@gmail.com

Awan Tag