Sudah menjadi kebiasaan pihak manajemen perusahaan , petinggi perusahaan , pemilik perusahaan untuk menggunakan laporan keuangan yakni laporan neraca dan laporan laba rugi sebagai dasar pengambilan keputusan di setiap meeting besar perusahaan yang berhubungan dengan ekspansi , pembagian keuntungan , kenaikan gaji, penambahan aset . Intinya keputusan besar apapun selalu menggunakan laporan keuangan.

Tahukah anda Laporan Keuangan itu menyesatkan ?

Mau Buktinya ?

Ada beberapa aturan suci di akuntansi yang tidak bisa dirubah :

  • Harga yang tercatat di akuntansi adalah harga historis – artinya kalau beli barang di tanggal 1 Januari adalah Rp. 100 ribu rupiah dan sudah tercatat di akuntansi , maka jika harga pasar barang yang dibeli turun menjadi Rp,. 50 ribu rupiah di tanggal 2 Januari , maka harga yang wajib tercatat dan tidak boleh dirubah di akuntansi perusahaan adalah tetap Rp. 100 ribu rupiah.

Akuntansi memiliki prinsip konservatif dan prinsip konservatif inilah yang membuat ahli akuntansi adalah orang yang paling tidak berani mengambil resiko.

  • Prinsip Konservatif Pertama dari Akuntansi :  Jika anda pasti memperoleh penghasilan tapi belum terjadi , misalnya jika anda sudah memperoleh pesan adanya order pembelian dari pelanggan dalam jumlah besar dan pastinya order ini memberikan keuntungan besar ke perusahaan anda , anda tidak boleh mengklaim order tersebut sebagai penjualan dan pendapatan perusahaan anda selama belum benar benar terjadi penjualan dengan diterbitkannya PO dari pelanggan dan faktur penjualan dari anda.

 

  • Prinsip Konservatif Kedua dari Akuntansi : Jika anda kemungkinan akan mengeluarkan biaya dalam jumlah besar walaupun belum terjadi karena baru mendapatkan pesan dalam bentuk whatsapp , akuntansi sudah harus mencatatkan biaya tersebut sebagai kerugian atau pengurang laba dari perusahaan , walaupun biaya tersebut belum pasti terjadi.

Pencatatan Aset di Akuntansi selalu mengikuti nilai perolehan dan tidak mencerminkan harga pasar .

Anda membeli laptop , di pencatatatan akuntansi laptop dicatat sebagai aset disusutkan 4 tahun , padahal laptop yang baru dibeli satu hari saja , kalau dijual harga sudah jatuh 50 persen , apalagi kalau sudah dipakai 1 tahun.

Anda membeli properti untuk bangungan gudang.  Akuntansi mencatat nilai pembelian yang termasuk nilai tanah sebagai aset properti dan melakukan penyusutan selama 20 tahun .  Gudang anda beli di daerah yang tanahnya masih murah dan mendadak dibangun akses tol , harga properti gudang anda mendadak naik 20 kali lipat , akuntansi tetap mencatat harga saat pembelian dan tidak melaukan penyesuaian nilai pasar karena nilai historis di akuntansi tidak bisa dirubah seenak jidat. Artinya perusahaan anda undervalued kalau melihat posisi nilai aset di neraca.

Mau tahu kenapa laporan akuntansi tidak layak dijadikan dasar pengambilan keputusan bisnis ?

Silahkan Klik Bagian ke Dua :

https://konsultansolusi.com/2020/04/16/laporan-laba-rugi-jangan-dijadikan-dasar-pengambilan-keputusan-dalam-tindakan-bisnis/

 

https://konsultansolusi.com/hubungi-kami/