Cara Berpikir Menentukan Suksesnya Perusahaan

Tentang Saya

Saya adalah lulusan S1 Akuntansi , S 1 Hukum, S 2 Pemasaran , Saya telah membantu kepopuleran puluhan website baik berbentuk blog ,website komersil ataupun toko online.

Saya berpikir seperti pebisnis dalam arti saya  banyak membantu pebisnis  di berbagai bisnis yang berbeda dan yang pasti saya memiliki kebebasan waktu  sehingga saya bisa bersantai dan berlibur di saat orang lain justru harus bekerja atau menjalankan bisnisnya . Biasanya harga hotel , tiket saat musim liburan kan mahal dibanding musim sepi .   Saya tidak pernah menguasai hal hal teknis dari bisnis yang saya bantu karena si sipebisnisnyalah yang menguasai hal hal teknis tersebut.  Saya berperan sebagai rekan diskusi , rekan yang memberikan ide ide yang up to date dengan perkembangan teknologi yang dapat  langsung dapat dijalankan oleh pebisnis  dengan biaya terkecil yang mungkin harus dikeluarkan dibandingkan dengan pilihan pilihan yang ada.

Saya lulusan akuntansi dari universitas swasta ternama di Jakarta namun saya sudah melupakan semua ilmu akuntansi saya , saya tidak bisa menggunakan software spreadsheet Excel ataupun software Powerpoint  , saya ibaratnya adalah penonton saja kalau ada pertandingan sepakbola dan saya memberikan input dan ide serta berdiskusi dengan pebisnis dan pengusaha tentang cara berkompetisi seperti layaknya penonton sepak bola yakni sebagai orang luar yang tidak pernah terlibat dalam hal hal teknis.  Saya yakin hanya pandangan sebagai penonton yang dapat memberikan ide paling murni tanpa bias ke pengusaha dalam berkompetisi.

Saya ingat di tahun 1994 ada pebisnis besar di bidang restoran yang dengan percaya dirinya melakukan launching jaringan restoran baru secara serentak di Indonesia dan yakin pasti meledak dan sukses besar . Hasil akhirnya  jaringan restoran baru tersebut mati total dalam waktu beberapa tahun.  Kesalahan terbesar si pengusaha adalah tidak melibatkan penonton.  Saat menciptakan menu menu makanan untuk jaringan restoran tersebut , menu menu makananan tersebut diujicoba ke karyawan karyawan group pengusaha tersebut dan diuji coba ke supplier supplier pengusaha tersebut.  Logika sederhana adalah mungkin nga karyawan dan supplier mengatakan tidak enak ?  Kalau mau tidak naik posisi di perusahaan atau tidak diberikan tambahan order , silahkan jawab tidak enak ?  Setiap manusia pasti ada sifat munafik untuk melindungi diri sendiri dan dijamin rata rata karyawan dan supplier pasti menjawab enak walaupun tidak enak . Daripada dipecat mending jawab enak. Apakah anda melakukan kesalahan yang sama ?  Setiap pertandingan sepak bola , kalau kalah , pasti  yang dilibatkan diskusi untuk analisa kekalahan adalah official,pelatih,pemain bola,kalau perlu wasit  dan penonton tidak pernah diajak diskusi dan hasilnya adalah pada pertandingan berikutnya tetap kalah.  Itulah kenyataan hidup .

Saya adalah pengguna berat internet tapi saya tidak pernah bermain game online . Saya mengenal internet sejak  internet pertama kali masuk ke Jakarta lewat ISP di tahun 1990 an .  Saya memiliki puluhan ribu bookmark atas hal hal yang sudah saya di layar kaca internet.  Saya tidak bisa web design , saya tidak bisa bahasa programming komputer , lha spreadsheet Excel saja saya nga bisa . Saya murni adalah penonton dan pembaca yang memberikan ide atas apa yang saya ketahui dan saya baca kepada anda sebagai pengusaha yang mungkin sudah jenuh dengan aktifitas sehari hari dan tidak punya ide murni lagi dan berhadapan dengan karyawan atau supplier yang  juga tidak dapat memberikan ide murni tanpa rasa takut kepada anda.

Saya sering bertemu dengan pebisnis yang katanya memiliki kebebasan waktu dan kebebasan finansial padahal yang dimaksud pebisnis tersebut ternyata dia bebas datang  ke tempat usahnya lebih siang dan tidak dikenakan absensi dan masih mendapatkan uang jauh lebih banyak dari pada apa yang diperoleh karyawannnya.   Padahal si pebisnis tetap harus jaga toko atau jaga pabrik pada hari hari normal orang berdagang dan berusaha dan tidak dapat kabur bersantai di hari hari normal tersebut .  Pebisnis tersebut hanya dapat kabur lama saat libur lebaran karena semua libur atau saat liburan anak sekolah saja.

Di semua bisnis yang saya bantu  , saya menerapkan prinsip tidak ada absensi , tidak ada aturan maksimal cuti hanya sekian hari dalam setahun karena saya berprinsip  di era internet saat ini waktu kerja di kantor atau lokasi usaha tidaklah mutlak lagi , orang bisa bekerja dimanapun dan kapanpun tanpa terikat waktu dan ruang. Orang mau ngantor jam berapapun atau mau cuti kapapun silahkan .  Maka di semua bisnis yang saya bantu  saya sarankan untuk menghapuskan bagian HRD.

Saya tidak percaya dengan motivator , pelatih bisnis , pembicara bisnis apapun karena motivator , pelatih bisnis atau pembicara bisnis adalah orang orang yang mencari makan dari jualan mereka dan mereka juga tidak memiliki kebebasan waktu maupun kebebasan financial karena kalau nga jualan mereka tidak makan. Saya tidak membaca artikel artikel motivator motivator atau pembicara pembicara bisnis maupun pelatih bisnis . Hal itu saya hindari .

Saya bukan orang yang akan membayar untuk dilatih motivasi dan disuruh berjalan diatas api . Saya  lebih nyaman membayar untuk melihat lumba lumba meloncati lingkaran api di Ancol dan bukan saya yang menjadi lumba lumba yang sudah harus membayar disuruh meloncati lingkaran api lagi.

Sekolah terbaik yang saya peroleh dan masih saya jalani sampai hari ini adalah berkenalan dengan orang orang dari berbagai bidang, berbagai tingkatan dari level bawah sampai level atas dan mendengarkan pembicaraan mereka karena setiap pengalaman yang mereka ceritakan adalah ilmu bagi saya.

Semua bisnis yang saya bantu berlokasi di Indonesia dan hanya memiliki target pasar di Indonesia. Saya cinta Indonesia , saya hanya tahu pebisnis dan pengusaha Indonesia harusnya memenangkan pasar kalau target pasarnya di Indonesia karena dari lahir semua orang Indonesia pasti bicara bahasa Indonesia dan bahasa Indonesia inilah yang menurut saya menjadi alat pembeda dalam berkompetisi dengan pebisnis asing di Indonesia.

Jika saya membantu pengusaha dalam mencari cara bersaing dengan kompetitor , saya memposisikan diri sebagai penonton dan tidak akan bersikap sok pintar . Saya yakin seorang pengusaha sudah pasti pintar kalau sukses membangun usahanya dan sebagai penonton saya hanya memposisikan diri sebagai orang luar yang memberikan pandangan dan ide dari luar yang mungkin berbeda dengan praktek perusahaan tapi nyatanya pandangan dan ide saya dianut oleh mayoritas penonton yang lain.  Memenangkan pasar tentunya harus memahami penonton.

Saya dapat dihubungi di :  info@konsultansolusi.com

Salam

Tony  – konsultansolusi.com

Iklan

Comments on: "Tentang Saya" (1)

  1. Pria arif said:

    Jujur, berani, sederhana, lugas, rigid, analitis, komunikatif, membuka mata.
    Bermanfaat dan bikin penasaran. Bravo!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: