Cara Berpikir Menentukan Suksesnya Perusahaan

Archive for Oktober, 2012

Persaingan bisnis arena bermain ketangkasan antara TimeZone , Amazone dan Fun World

Dengan semakin besarnya jumlah kelas menengah di Indonesia yang diperkirakan akan mencapai 134 juta jiwa di tahun 2022 tentunya membuat bisnis yang berhubungan dengan gaya hidup semakin cerah.

Salah satu kebutuhan kalangan menengah adalah rekreasi terutama rekreasi untuk anak dan bagi kelas menengah yang tinggal di kota besar rekreasi tersebut dilakukan dengan mengunjungi mal pusat belanja dan membawa anak berekreasi di pusat permainan ketangkasan .

Di seputaran Jabotabek ada 3 pemain besar pusat permainan ketangkasan yakni Timezone, Amazone dan Fun World , walaupun banyak arena permainan ketangkasan lain seperti Stinger , Funcity namun tetap 3 besar ada di Timezone, Amazone dan Fun World.

Timezone Indonesia dimiliki Lippo group dan merupakan lisensi dari Australia. Timezone Indonesia menyasar pasar kelas menengah dan menengah atas dengan menerapkan sistem kartu prabayar yakni membeli dimuka sejumlah pulsa untuk bermain di arena permainan ketangkasan Timezone.

Amazone Indonesia didirikan Soegiandi yang merupakan ex manajemen di Lippo Group saat merintis masuknya Timezone di Indonesia.  Amazone Indonesia menyasar kelas menengah dan menengah bawah dengan menggunakan sistem koin sehingga untuk bermain di arena permainan ketangkasan Amazone harus menukarkan uang dengan koin permainan .  Amazone mencoba juga masuk ke kelas menengah ke atas dengan merek Amazing World namun tetap yang lebih menonjol adalah Amazone.

Fun World adalah merek terakhir yang mulai menyodok masuk ke dalam 3 besar pemain arena bermain ketangkasan dengan ciri khas kereta gantung gondola yang berjalan diatas rel . Fun World ini didirikan oleh pemain arena bermain ketangkasan yang sudah sangat senior usianya karena dulunya merupakan pemilik arena bermain sepatu roda Lipstick di mal Gajah Mada Plaza Jakarta.  Fun World menerapkan sistem kartu prabayar yakni membeli dimuka sejumlah pulsa untuk bermain di arena permainan ketangkasan Fun World.

Bisnis arena permainan ketangkasan adalah bisnis yang sangat menguntungkan karena sifat pembayarannya adalah tunai tanpa memiliki piutang konsumen dan bahkan bagi yang menerapkan sistem kartu prabayar memperoleh keuntungan mendapatkan uang tunai dimuka yang dapat dibungakan di bank padahal dana tersebut belum digunakan konsumen untuk bermain.

Jika menilik dari tingkat kepuasan bermain dibandingkan dengan uang yang dikeluarkan saat bermain di arena permainan ketangkasan , maka Timezone lah yang memberikan kepuasan tertinggi dibandingkan dengan uang yang dihabiskan .

Amazone berada diperingkat ke dua untuk peringkat kepuasan bermain dibandingkan dengan uang yang dikeluarkan .

Fun World berada diperingkat ke tiga untuk peringkat kepuasan bermain dibandingkan dengan uang yang dikeluarkan.

Dari ketiga merek arena permainan ketangkasan , bermain di Fun World paling mahal dan paling cepat menghabiskan uang dibandingkan ke dua merek yang lain dan  Timezone paling murah dan tidak cepat membuat uang di kantong habis.

Kok bisa Timezone paling murah ? Bukankah harga per permainan di Timezone sama atau bahkan lebih tinggi dibandingkan dua merek arena permainan ketangkasan yang lain ?

Timezone tidak murah untuk bermain  arena permainan ketangkasan jika kita membeli pulsa permainan di tariff normal , namun Timezone sering melakukan promosi bonus 99 persen atas  pulsa permainan yang dibeli dan atas pulsa yang dibeli disaat promosi bonus 99 persen bisa dipakai kapanpun di masa yang akan datang dan tidak harus dihabiskan saat promosi bonus 99 persen.  Sayangnya  jika kita membeli kartu permainan Timezone di suatu pusat belanja maka kartu permainan tersebut hanya dapat dipakai di Timezone tempat kita membeli dan tidak dapat digunakan di Timezone lainnya dan hal ini juga berlaku untuk dua merek arena permainan ketangkasan yang lain.

 

Contoh :  Jika anda ingin main bom bom car di Timezone Taman Anggrek Jakarta tarifnya adalah Rp. 12 ribu rupiah per orang , sedangkan tarif permainan bom bom car di Fun World Central Park yang bertetangga dengan Taman Anggrek adalah Rp. 10 ribu per orang .  Jika anda membeli kartu permainan Timezone Taman Anggrek di saat promosi bonus 99 persen makan anda hanya membayar Rp. 6000 per orang untuk permainan bom bom car. Hal ini dikarenakan jika anda membeli kartu permainan dengan isi pulsa permainan senilai Rp. 200 ribu di Timezone saat promosi bonus 99 persen maka anda akan memperoleh pulsa permainan senilai hampir Rp. 400 ribu dengan hanya membayar seharga Rp. 200 ribu.

Jika anda sayang anak namun juga sayang duit anda dan tidak mau sembarangan menghambur hamburkan uang ,maka anda sebaiknya membeli kartu permainan Timezone di saat promosi bonus 99 persen dan anda dapat memakainya kapanpun anda mau.

Sebagai konsumen anda harus cerdas dalam memilih yang terbaik bagi anak anda dan juga yang terbaik bagi isi kantong anda.

Belum ada arena permainan ketangkasan lain  yang berani melakukan promosi senekat Timezone dengan kualitas mesin permainan ketangkasan yang sama dan setara.

 

Semua orang bisa menjadi ahli pemasaran secara otodidak tanpa harus kuliah dan tanpa harus memperkaya orang orang yang mengaku sebagai ahli pemasaran melalui seminar dan pelatihan untuk menguras kocek anda.

www.konsultansolusi.com

 

Toko online mulai memukul bisnis toko biasa di Amerika Serikat, Toko online akan memukul bisnis toko biasa di Indonesia juga

Di Amerika banyak terdapat toko spesialis seperti  Home Depot yang menjual bahan bangunan dan perkakas rumah, Best Buy yang khusus menjual peralatan elektronik dan gadget, Office Depot dan Office Max yang khusus menjual peralatan dan perlengkapan kantor, Toy R Us yang khusus menjual mainan anak,Foot Locker yang khusus menjual sepatu,IKEA yang menjual perabotan furniture dan masih banyak toko spesialis lainnya.

Dengan semakin mudahnya akses internet di Amerika Serikat, popularitas toko online semakin menanjak dan toko online seperti Amazon menjadi sangat populer untuk berbelanja hampir semua produk dari barang kebutuhan hidup,kebutuhan kantor,kebutuhan rumah tangga sampai ke barang gaya hidup seperti gadget.  Harga yang ditawarkan oleh toko online Amazon sangat bersaing dibandingkan dengan toko biasa sehingga kebiasaan berbelanja orang Amerika Serikat mulai berubah dari toko biasa ke toko online.  Walaupun toko biasa di Amerika Serikat umumnya menerapkan kebijaksanaan boleh mengembalikan barang yang dibeli kalau tidak cocok dan tidak suka namun ternyata toko online dapat mengalahkan toko biasa di Amerika Serikat.  Di Amerika Serikat kalau anda membeli baju di toko biasa dan setelah anda memakainya dan anda merasa tidak sreg , anda dapat mengembalikannya ke toko tempat anda membeli , hal ini berlaku untuk hampir semua produk termasuk produk elektronik dan gadget.

Bayangkan jika di Indonesia semua toko menerapkan aturan yang memperbolehkan untuk mengembalikan barang yang sudah dibeli kalau tidak sreg walaupun segel sudah dibuka, tentunya pasti dimanfaatkan oleh konsumen Indonesia untuk ngeceng gratis , habis ngeceng barang dikembalikan ke toko.

Sayangnya toko di Indonesia tidak memiliki kebijaksanaan boleh mengembalikan barang yang sudah dibeli kalau tidak sreg.

Di Amerika Serikat sedang terjadi fenomena “ showrooming “ yakni melihat barang yang akan dibeli di toko biasa, mencoba barang yang akan dibeli di toko biasa , mengecek harga barang yang akan dibeli di toko biasa dan akhirnya membeli barang tersebut di toko online.

Video efek “showrooming” di Amerika Serikat :

Jaringan toko elektronik Best Buy Amerika Serikat hampir bangkrut karena fenomena  “showrooming” ini karena banyak konsumen yang mampir ke toko Best Buy untuk mencoba produk elektronik  yang dijual dan melihat fisik produk elektronok yang dijual serta melihat harga produk elektronik yang dijual dan membeli produk elektronik tersebut di toko online Amazon setelah puas melihat dan mencoba produk elektronik tersebut di toko Best Buy.

Toko Pakaian seperti toko pakaian wanita, pakaian pria dan toko sepatu di Amerika Serikat pun sudah mulai kena fenomena “ showrooming” ini ,  banyak konsumen yang melihat dan mencoba sepatu yang diidamkan di toko sepatu namun melakukan pembelian di toko online sepatu Zappos.

Di Indonesia belum ada toko online sekelas Amazon ataupun Zappos yang memiliki pusat distribusi dan pusat pergudangan sendiri.  Toko online di  Indonesia sekelas Blibli.com yang digawangi Djarum Grup masih merupakan broker perantara antara pemilik barang dengan pembeli barang sehingga tidak memiliki gudang sendiri .

Toko online sekelas Amazon pernah dirintis oleh group Lippo yakni Lipposhop namun layu sebelum berkembang karena salah waktu yakni didirikan saat akses internet masih sulit dan mayoritas masih berbentuk dial up.

Namun tanpa harus menunggu munculnya toko online sekelas Amazon di Indonesia, efek showrooming mulai muncul di Indonesia.

Banyak barang yang dijual di mal di Indonesia mematok harga yang tinggi jika dibandingkan dengan harga barang di toko online.  Misalnya skuter pedal  3 roda dijual di mal dengan harga di atas 1 juta rupiah sedangkan di toko online skuter pedal 3 roda bisa diperoleh dengan harga 800 ribuan rupiah saja.

Tidak hanya barang di mal yang bisa disaingi harganya oleh toko online namun barang di pusat grosir pun bisa disaingi oleh toko online.

Gadget dan handphone di pusat grosir ITC Roxy Mas dapat disaingi oleh toko online. Pakaian dan aksesoris di pusat grosir Mangga Dua dan pusat grosir Tanah Abang dapat disaingi oleh toko online.  Bayangkan stress dan capeknya berbelanja di pusat grosir seperti mencari lahan parkir di pusat grosir seperti pusat grosir Tanah Abang dan pusat grosir Tanah Abang yang dapat memicu penyakit darah tinggi dengan resiko mobil penyok dan baret bagi yang belum jago menyetir mobil.

Belum lagi konsumen diluar Jabotabek yang ingin berbelanja barang di Jakarta dapat menghemat banyak dari segi biaya akomodasi transport dan biaya akomodasi hotel yang harus dikeluarkan jika berbelanja ke Jakarta dengan melakukan pembelian barang di toko online yang dapat menyediakan barang yang diinginkan dengan harga yang sama dan bahkan lebih murah jika dibandingkan toko biasa.

Akses internet terutama internet wireless dengan jaringan GSM dan jaringan CDMA telah menyebar hampir merata di Indonesia sehingga kesempatan berbelanja konsumen diluar Jabotabek atau di luar pulau Jawa telah sama dengan konsumen di Jabotabek dan di pulau Jawa.

Infrastruktur transportasi pesawat terbang di Indonesia telah tumbuh secara spektakuler untuk mengimbangi kuatnya tingkat konsumsi penduduk Indonesia.  Perusahaan penerbangan seperti Lion Air dan Garuda telah melakukan penambahan pesawat terbang secara besar besaran sehingga kapasitas perut pesawat dapat diisi dengan kargo barang yang dikonsumsi penduduk Indonesia secara lintas kota , lintas propinsi dan lintas pulau dalam waktu singkat.

Toko biasa di Indonesia tidak memiliki garansi barang yang dibeli boleh dikembalikan kalau tidak sreg sehingga kemampuan toko online untuk mengalahkan toko biasa di Indonesia sangat besar melebihi kemampuan toko online mengalahkan toko biasa di Amerika Serikat karena posisi toko biasa dan toko online di Indonesia sama saja yakni tidak boleh mengembalikan barang yang dibeli kalau tidak sreg.

Walaupun belum ada toko online sekelas Amazon atau Zappos di Indonesia ,sudah bermunculan ribuan toko online skala kecil yang mampu menawarkan berbagai jenis barang dengan harga bersaing dan bahkan terdapat forum jual beli di Kaskus yang diisi ribuan penjual barang yang menawarkan ribuan jenis barang dengan harga yang bersaing dibandingkan toko biasa .

Cepat atau lambat dominasi toko biasa di Indonesia seperti toko toko di mal, department store di mal, retail khusus di mal dan toko toko di pusat grosir akan digerogoti oleh toko online di Indonesia.

Banyak pemilik toko biasa di Indonesia termasuk pengusaha besar pemilik jaringan toko di mal yang belum siap mengantisipasi fenomena “ showrooming “ ini di Indonesia karena takut terjadi kanibalisme terhadap omzet toko biasa mereka jika si pengusaha membangun toko online.  Pada dasarnya setiap pengusaha di Indonesia yang menjalankan toko biasa dan jaringan toko di mal masih memiliki mental Kodak yang telah menemukan kamera digital di tahun 1970an  namun tidak mau mengembangkannya karena takut mengkanibal bisnis film dan cuci cetaknya dan hasil akhirnya Kodak bangkrut di era internet dan era digital ini.

Semua orang bisa menjadi ahli pemasaran secara otodidak tanpa harus kuliah dan tanpa harus memperkaya orang orang yang mengaku sebagai ahli pemasaran melalui seminar dan pelatihan untuk menguras kocek anda.

www.konsultansolusi.com

Pedagang durian kaki lima pun harus memiliki strategi pemasaran

Setiap orang yang menjadi pengusaha harus memiliki strategi pemasaran dalam bersaing. Tidak hanya pengusaha besar yang wajib memiliki strategi pemasaran , pedagang kecil sekelas pedagang kaki lima pun harus memiliki strategi pemasaran.

Anda tentu tahu pedagang durian kaki lima yang menjual durian dan memperbolehkan pembeli durian untuk menikmati durian yang dibeli langsung ditempat.

Di seputaran jalan mangga besar Jakarta terdapat banyak pedagang durian kaki lima yang menyediakan fasilitas santap ditempat .

Bagi pengunjung yang baru pertama kali mengunjungi jalan mangga besar Jakarta tentunya bingung menentukan pilihan tempat membeli durian diantara sekian banyak pedagang durian kaki lima.

Sebagai pedagang durian kaki lima di mangga besar dapat melakukan strategi pemasaran dengan menumpuk kulit durian sebanyak banyaknya di depan lokasi berdagangnya .

Orang awam yang mau membeli durian pasti akan memilih pedagang durian kaki lima yang memiliki tumpukan kulit durian terbanyak di depan lokasi berdagangnya karena berasumsi pasti banyak pembeli yang bersantap di tempat sehingga tumpukan kulit duriannya sangat banyak.

Pedagang durian kaki lima dapat mencari sampah kulit durian dari manapun karena bentuk kulit durian pada dasarnya sama semua dan menumpuknya di depan lokasi berdagangnya.  Pasti banyak pembeli durian yang mampir .

Video makan durian medan di Jakarta :

Sayang penjual durian di Jakarta dan penjual durian di Indonesia tidak sekalian menjual manggis , padahal manggis adalah penawar racun kolesterol durian . Di      Geylang Singapura penjual durian juga menjual manggis.  Sebagai pedagang durian hendaknya mulai mensosialisasikan khasiat manggis sebagai penawar efek kolesterol durian dan mulai menjual manggis bersama dengan durian  seperti yang dilakukan penjual durian di Geylang Singapura.

Kata siapa hanya pedagang besar yang melakukan strategi pemasaran ?

Semua orang bisa menjadi ahli pemasaran secara otodidak tanpa harus kuliah dan tanpa harus memperkaya orang orang yang mengaku sebagai ahli pemasaran melalui seminar dan pelatihan untuk menguras kocek anda.

www.konsultansolusi.com

Mitra Adi Perkasa alias MAP tidak akan pernah berbakat mengelola pasar kelas menengah dan menengah ke bawah

Kita tentunya tahu dan sering melihat merek merek outlet dan ritel modern sepert Sogo department store, Debenhams Department Store, Seibu department store,  warung kopi ekslusif Starbucks, toko roti burger ekslusif Burger King , toko roti gepeng italia alias pizza ekslusif Domino’s pizza.

Tahukah anda bahwa outlet dan ritel modern tersebut di Indonesia dimiliki dan dikelola perusahaan bernama Mitra Adi Perkasa.

Pada dasarnya Mitra Adi Perkasa sudah mengelola  1209 outlet di 42 kota di Indonesia sampai saat tulisan ini dibuat. Ada ratusan merek terdiri dari merek pakaian , tas, sepatu, restoran,department store, supermarket yang dikelola oleh Mitra Adi Perkasa.

Ada satu kesamaan dari hampir semua outlet yang dikelola Mitra Adi Perkasa yakni kesan ekslusif dan menyasar konsumen menengah ke atas.

Berikut adalah outlet outlet populer yang dikelola Mitra Adi Perkasa yang dipersepsikan konsumen sebagai ekslusif dan elit yakni :

Depstore ini jarang dikunjungi oleh kelas menengah untuk berbelanja apalagi kelas menengah bawah , tapi banyak dikunjungi untuk window shopping.

Deptstore ini juga jarang dikunjungi kelas menengah untuk berbelanja apalagi kelas menengah bawah tapi kalau dikunjungi buat window shopping pasti.

Dept store ini hanya berlokasi di mal elit jadi sudah pasti sangat jarang dikunjungi kelas menengah untuk berbelanja apalagi kelas menengah bawah mungkin nga pernah mengunjunginya.  Buat sightseeing sih rame .

Di negara asalnya retail ini mirip Matahari namun di Indonesia kelasnya naik menjadi kelas menengah atas.

Coba kunjungi outlet mainan ini dan yang pasti tidak akan menemukan mainan murah seperti di pasar pagi atau pasar prumpung.

Baju dan sepatu olah raga yang dijual adalah barang branded yang rata rata lebih baik belinya gesek pakai kartu kredit karena mungkin isi dompet nga sebanyak harga barang yang dibeli.

Baju dan sepatu olah raga yang dijual di sini juga lebih cocok jika dibayar pakai kartu kredit karena isi tunai di dompet belum tentu sebanyak harga barang yang dijual.

Produk fashion asal Spanyol ini menjadi dambaan wanita karir di Indonesia yang rela menghabiskan gaji sebulan untuk memperoleh pakaian yang diidamkan.

Berapa banyak sih kalangan pecinta dan pemain golf di Indonesia ?

Burger dari Amerika ini di Indonesia umumnya hanya muncul di mal mal ekslusif dan hampir tidak ada outlet yang berdiri sendiri di luar bangunan mal . Burger Amerika ini malah awalnya hanya ekslusif menjual burger namun akhirnya menyerah dengan konsumen Indonesia yang doyan ayam dan nasi dan akhirnya mulai menjual ayam goreng dan nasi. Di negara asalnya burger Amerika ini sebenarnya toko burger rakyat yang tersebar di mana mana dan 100 persen mirip dengan Mcdonalds yang tersebar dimana mana di Indonesia dan khususnya di Jakarta.

Roti gepeng italia alias pizza ini di negara asalnya adalah toko pizza rakyat yang tersebar dimana mana dan terkenal dengan pelayanan deliverynya. Di Indonesia toko pizza ini dikesankan ekslusif dan hanya muncul di mal mal mewah tapi mencoba mengusung konsep delivery dengan layanan area antar yang sangat sangat terbatas dengan mencoba menggunakan telepon berawalan 500.  Pizza ini di Indonesia mencoba mereplika jargon asli dari negara asalnya yakni ” the pizza delivery experts ” tanpa menjiwai dan dijalankan setengah hati.  Yang justru serius menjalani konsep delivery adalah Pizza Hut  dengan outlet khusus delivery mereka yakni PHD padahal Pizza Hut tidak memiliki semboyan ” the pizza delivery experts” . Saran saya selama belum sanggup bermain di delivery mengimbangi Pizza Hut , mendingan tulisan ” the pizza delivery experts” tersebut dihapus di Indonesia.

Kalau yang ini adalah pelopor munculnya kebiasaan ngopi dari mesin proses kopi di Indonesia karena dulunya orang Indonesia ngopinya kopi tubruk atau kopi instan.

Anda tentu jarang menemukan outlet outlet berikut yang juga dikelola Mitra Adi Perkasa

Outlet ini sebenarnya diarahkan untuk bermain di kelas menengah semacam Matahari dan Ramayana. Tapi gaungnya hampir tidak terdengar dan bahkan masih kalah dari gaung Deptstore Centro.

Outlet ini dulu di era tahun 1990 an sudah pernah muncul di Hayam Wuruk Jakarta , lalu dimatikan , lalu dihidupkan kembali . Ibarat saklar listrik mati hidup. Merek ini diarahkan untuk melawan kelas Matahari dan Ramayana. Tapi kalau dilihat dari bentuk tulisan dan warna yang berubah ubah , dulunya berwarna ungu lalu berubah menjadi hijau lalu berubah menjadi biru , kelihatannya merek ini masih dalam taraf coba coba.  Merek ini masih belum bergaung.

Dengan prediksi akan meningkatnya jumlah kelas menengah yang akan mencapai angka di atas 100 juta orang di Indonesia dalam 10 tahun mendatang tentunya pasar kelas menengah sangat menggiurkan karena range kelas menengah itu berada diantara menengah bawah ke kelas menengah dengan kemampuan memiliki mobil murah ataupun memiliki beberapa unit sepeda motor.

Jagoan ritel di kelas menengah dan menengah bawah adalah :

Merek ini ngetop di kelas menengah , kalau kelas menengah berkunjung ke outlet ini pasti rata rata berbelanja dan jarang yang hanya window shopping.

Merek ini ngetop di kelas menengah bawah dan kalau kelas menengah bawah mau window shopping pasti berkunjung ke outlet ini dan kalau ada yang cocok dan kebetulan di kantong ada duit pasti belanja di outlet ini.

Jagoan burger dan pizza di kelas menengah dan menengah bawah adalah :

Burger asal Amerika ini adalah burger rakyat di Amerika dan kelasnya sama dengan Burger King yang juga burger rakyat di Amerika. Burger ini mulai merakyat di Indonesia dan tersebar dimana mana tidak hanya di mal tapi juga di trade center , pasar grosir , dan outlet yang berdiri sendiri.  Dengan goceng alias Rp. 5 ribu anda sudah bisa nongkrong di outlet burger ini.

Roti gepeng italia ini sangat populer di Indonesia dan membuat orang Indonesia bisa merasakan rasanya jadi orang Italia, padahal aslinya pizza ini berasal dari Amerika. Di Indonesia pizza ini merakyat dan tidak hanya tersebar di mal tapi juga di trade center, pusat grosir dan outlet yang berdiri sendiri. Bahkan saking banyaknya yang ingin mengkonsumsi pizza ini di rumah sampai sampi pizza ini mendirikan unit bisnis khusus delivery bernama PHD yang tersebar di mana mana juga.

Pada dasarnya pendiri Mitra Adi Perkasa memiliki bakat untuk melayani kalangan menengah ke atas , DNA pendiri Mitra Adi Perkasa memang cocok untuk berbisnis di kelas menengah ke atas. Isilah kerennya pendiri Mitra Adi Perkasa memiliki taste yang exquisite .

Pada dasarnya selama outlet burger Burger King masih diperlakukan ekslusif dan hanya muncul di mal mal elit dan Domino’s pizza juga diperlakukan ekslusif dan hanya muncul di mal mal elit serta department store Java dan Lotus yang masih jarang ditemukan , maka Mitra Adi Perkasa tidak akan pernah bisa menembus kelas menengah dan menengah bawah.

Semua orang bisa menjadi ahli pemasaran secara otodidak tanpa harus kuliah dan tanpa harus memperkaya orang orang yang mengaku sebagai ahli pemasaran melalui seminar dan pelatihan untuk menguras kocek anda.

www.konsultansolusi.com

Bisnis Franchise yang mulai meredup dan bisnis waralaba yang menghilang

Setiap tahun selalu diselenggarakan beberapa pameran franchise di beberapa kota besar di Indonesia dan bahkan ada agenda pameran waralaba skala nasional di Jakarta setiap tahun . Bahkan ada beberapa majalah yang khusus mengulas tentang waralaba di Indonesia.  Selain majalah juga ada kolom khusus ulasan waralaba di beberapa koran nasional .

Pernahkan anda memperhatikan bahwa hampir 80 persen peserta pameran franchise adalah merek waralaba yang hampir tidak pernah kita dengar atau merek franchise yang baru muncul ataupun merek waralaba yang tidak populer?

Rata rata bisnis franchise yang muncul di pameran franchise ingin memiliki investor sebanyak banyaknya namun si pemilik franchise tidak memiliki tim sukses yang kuat yang sanggup mendukung pertambahan jumlah outlet franchisenya.

Pernahkan anda memperhatikan bahwa hampir 80 persen artikel tentang waralaba yang diulas di media cetak umumnya tentang franchise produk ataupun waralaba jasa yang hampir tidak pernah kita dengar ataupun jarang kita temui disekitar lingkungan hidup kita sehari hari.

Namun jika ada melihat merek merek waralaba terkenal ataupun bisnis bisnis non franchise yang tersebar dimana mana dan laku serta diserbu pelanggan seperti Hoka Hoka Bento, Bakmi GM,Kentucky Fried Chicken atau versi tradisional warung nasi Ampera , kita tidak akan pernah menemukan merek merek tersebut di pameran franchise ataupun ulasan tentang bisnis tersebut di terbitan yang mengulas tentang franchsie.

Pada dasarnya bisnis franchise walaupun sudah teruji namun pihak yang membeli franchise dan menjalankan bisnis franchise tersebut belum tentu sanggup mempertahankan bisnis franchise yang dibelinya baik karena faktor tidak adanya jiwa wirausaha ataupun si pembeli franchise merasa sudah mendapatkan ilmu dan pengalaman sehingga pada saat kontrak franchise berakhir memutuskan untung mengusung merek sendiri .

Contoh berikut adalah gambaran bahwa bisnis franchise itu sama seperti bisnis lainnya yakni ada pasang dan surut , ada sukses dan gagal karena nasib bisnis franchise yang dijalankan tergantung pembeli franchise dan bukan tergantung franchisor .  Berikut iklan outlet outlet pertama franchise agen properti di “yellow pages ” tahun 1997/1998 .

 

property1

 

 

Ada apa gerangan sampai banyak merek populer dan bisnis yang laris dan tersebar dimana mana tidak pernah mengikuti pameran franchise ?

Pada dasarnya merek populer dan bisnis yang laris sudah tidak membutuhkan pameran waralaba lagi untuk menjaring calon investor , mereka sendiri mungkin sudah diserbu oleh calon investor tanpa harus muncul di pameran.

Rata rata bisnis dan merek yang muncul di pameran franchise adalah bisnis yang mengadu peruntungan untuk mendapatkan investor dan rata rata bisnis yang muncul di pameran waralaba adalah bisnis yang mengaku sebagai bisnis top dan bisnis yang menguntungkan .

Banyak calon investor yang menjadi pengunjung pameran franchise yang akhirnya terbujuk dengan ilustrasi omzet, persentase keuntungan dan gambaran balik modal yang dijelaskan di pameran tanpa melihat kenyataan hidup sehari hari di dalam dunia bisnis yang mungkin terjadi dan tanpa memperhatikan kenyataan popularitas merek waralaba tersebut di lingkungan hidup sekitarnya.

Sebuah bisnis franchise yang populer di sebuah kota belum tentu akan sukses jika bisnis franchise tersebut dipindahkan ke kota lain seperti bisnis makanan jika populer di suatu kota karena merupakan makanan khas daerah tersebut belum tentu akan popluer jika dibuka di kota lain.

Hal hal seperti kenyataan hidup bisnis sehari hari , belum tentu populernya suatu merek yang sudah populer di suatu kota jika dibuka di kota lain khusunya produk makanan minuman , merek dan bisnis yang baru muncul dan baru seumur jagung sudah langsung difranchisekan dengan kamuflase kata kata “ kemitraan “ untuk mengakali peraturan franchise yang ribet ,  membuat banyak pengunjung pameran franchise ataupun pembaca media cetak yang mengulas tentang waralaba menjadi kecele .  Si pembeli franchise atau pembeli waralaba tersebut akhirnya rugi waktu dan rugi uang karena ternyata bisnis franchise yang dibeli ternyata gagal.  Faktor kegagalan bisnis franchise juga didukung oleh mental pembeli franchise yang tidak mau terlibat dalam menjalankan bisnis franchise dan hanya mau berlaku sebagai boss tanpa mengetahui detil masalah yang mungkin terjadi dalam operasional sehari hari. Sikap pembeli franchise yang tidak mau tahu dan hanya mau menjadi boss saja mungkin terjadi karena ilustrasi tentang gampangnya menjalankan bisnis, besaran omzet yang dapat diperoleh dan besarnya laba yang dapat diperoleh membius si pembeli waralaba tersebut.

Itulah kenyataannya dan anehnya pameran franchise selalu ramai dikunjungi oleh calon investor yang merasa kelebihan dana dan tidak rela menyimpannya di bank dengan bunga bank yang jauh lebih kecil dari laju inflasi.  Keinginan besar pengunjung pameran franchise untuk membuang duit lebih mereka itulah yang ditangkap oleh banyak peserta pameran franchise yang jago membuat ilustrasi gambaran omzet dan laba yang menggiurkan. Itulah bodohnya pengunjung pameran franchise dan pintarnya peserta pameran franchise yang memperoleh dana dari investor yang menjadi pengunjung pameran franchise.

Jika anda tertarik untuk memiliki bisnis berbasis franchise maka perhatikan apakah bisnis berbasis waralaba tersebut memang bisnis yang tersebar secara luas outletnya , laris dikunjungi pembeli , bukan bisnis musiman dan jika merupakan bisnis makanan maka pertimbangkan kecocokan dibuka di kota anda.  Jangan pernah mengambil keputusan dengan mendengarkan penjelasan dari pemilik franchise dan membaca brosur ilustrasi omzet dan laba.  Lakukan proses amati dengan mengunjungi suatu outlet bisnis franchise yang menjadi target anda , kunjungi di saat pagi hari , di saat siang hari , di saat malam hari dan kunjungi di saat hari kerja, di saat hari minggu atau hari libur dan kalau perlu kunjungi di saat akhir bulan saat kantong konsumen lagi cekak belum gajian dan kunjungi di saat awal bulan saat kantong konsumen lagi penuh uang habis gajian.  Jangan tergesa gesa mengambil keputusan membeli sebuah bisnis franchise, apalagi jika merek franchise tersebut belum terkenal.  Ingatlah aturan main bahwa bisnis franchise yang laris tidak akan pernah ikut pameran karena tanpa ikut pameran franchise pun mereka sudah kewalahan melayani permintaan calon investor.

Berikut di bawah ini adalah bisnis bisnis berbasis franchise yang sudah mulai meredup terutama di seputar Jabotabek yakni kota Jakarta dan sekitarnya . Diluar bisnis franchise ini masih banyak bisnis berbasis franchise yang sudah meredup.

Atmosfir liburan di Bandung dan atmosfir kerja keras dan macet di Jakarta mungkin yang membuat popularitas restoran sunda menjadi berbeda jika dibuka di kota asal dan di kota Jakarta.

Holland Bakery berjaya dibawah payung Asaba Group , mungkin bisnis toko roti memang tidak bisa di franchisekan .  Jesslyn K Cakes semenjak diakuisisi Garudafood malah melempem.

Bisnis kursus yang meliputi kursus bahasa inggris, akuntansi,komputer, kursus pajak ini dahulu sangat rajin beriklan di surat kabar dengan puluhan cabang di Jabotabek .

Pusat jual beli alat tulis ,warnet,fotocopy ini sempat populer dan menjadi serbuan pengunjung di pameran franchise . Dengan semakin mudahnya memperoleh akses internet , makin murahnya printer yang bisa scan,copy dan fax dan semakin populernya toko online tentunya mempengaruhi kunjungan pelanggan.

Bisnis sejenis Multiplus ini sudah muncul sebelum era Multiplus .

Bisnis ayam bakar  ini sempat populer di Jakarta.  Entah apa yang salah sehingga bisnis ayam bakar ini meredup di Jakarta , apakah karena berita poligami dari pendiri yang terlalu diekspose media ?

Bisnis yang dimiliki Sierad group ini sempat populer di Jakarta .  Group Sierad ini juga memiliki outlet Wendy’s  yang juga tidak terlalu berkembang. Mungkin group Sierad ini cocoknya jualan ayam mentah saja seperti outlet Belmart yang getol dikembangkan dimana mana.

Bisnis pusat terapi ikan ini sempat populer dan ada beberapa yang difranchisekan . Bisnis terapi ikan ini adalah bisnis musiman seperti frozen yoghurt froyo yang dulu populer dan sekarang juga sudah mulai  melempem.

Bisnis Sewa DVD semakin meredup popularitasnya semenjak era digital dan era internet makin tersebar di Indonesia. Di Amerika  toko sewa DVD seperti Blockbuster telah bangkrut disaingi Netflix yang menyewakan film melalui saluran internet. Di Indonesia ada dua merek yang pernah muncul di pameran franchise yakni toko sewa dvd Video Ezy dan toko sewa dvd Odiva.  Entah kedua merek ini masih ada di Indonesia dan makin meredup  atau sudah menghilang.

Berikut di bawah ini adalah bisnis bisnis berbasis waralaba yang sudah menghilang dari Indonesia dan ada yang bahkan baru seumur jagung sudah menghilang. Diluar bisnis franchise ini masih banyak bisnis berbasis franchise yang sudah menghilang juga.

Bisnis toko satu harga dari Singapura  yang dimiliki eks pendiri ritel Matahari yang dikadalin salah satu  group konglomerat ini sudah menghilang. Mungkin semangat si pendiri sudah hilang untuk berbisnis dibidang retail.

Bisnis toko roti dari Malaysia yang didirikan oleh eks pemilik portal matamata.com yang mirip kapanlagi.com namun gagal ternyata menghilang juga toko rotinya. Toko roti Breadstory ini muncul setelah munculnya Breadtalk di Indonesia yang memunculkan konsep teater dalam pembuatan roti.  Follower Breadtalk yang sukses saat ini adalah Breadlife.  Emang nga hoki kali ya ? atau tidak memiliki tim sukses yang kuat ?

Bisnis agen properti dari Australia yang dibesut group besar biro perjalanan di Indonesia ini ternyata gagal . Mungkin terlalu bernafsu ekspansi karena pada saat masuk ke Indonesia langsung membuka banyak outlet namun dalam waktu setahun akhirnya banyak yang tutup.  Kemungkinan gagal karena ekspansi tidak didukung tim sukses yang kuat. Sayang , coba kalau bisa bertahan sampai sekarang pasti untungnya banyak karena pasar properti di Indonesia lagi booming. Emang kagak nasib main di properti kali ya ?

Semua orang bisa menjadi ahli pemasaran secara otodidak tanpa harus kuliah dan tanpa harus memperkaya orang orang yang mengaku sebagai ahli pemasaran melalui seminar dan pelatihan untuk menguras kocek anda.

www.konsultansolusi.com

Bisnis mata mata industri dan bisnis detektif swasta sangat dibutuhkan saat ini

Aktifitas mata mata industri di Indonesia sedang marak saat ini seiring dengan pertumbuhan kelas menengah yang membuat daya beli masyarakat melonjak sehingga produk produk konsumen semakin diminati masyarakat dan produsen semakin berlomba lomba mengguyur pasar dengan berbagi produk konsumen.

Dengan semakin meningkatnya daya beli , produsen semakin semangat mengguyur pasar dengan produk baru dengan berbagai variasinya.

Problem utamanya adalah kreatifitas produk dan kreatifitas promosi untuk merebut konsumen yang memiliki daya beli tinggi.

Caranya untuk memecahkan kebuntuan di kreatifitas produk dan kreatifitas promosi adalah melalui mata mata industri dengan memata matai calon produk baru yang akan diluncurkan pesaing dan rencana promosi serta strategi pemasaran yang akan diluncurkan pesaing.

Mata mata industri menjadi momok baru dalam dunia marketing dan dunia pemasaran di Indonesia.

Ada perusahaan yang saking phobianya sampai melakukan pemeriksaan fisik badan seperti yang terjadi di bandara serta mengharuskan untuk meninggalkan semua gadget seperti ponsel,notebook di bagian penitipan barang saat mengunjungi sebuah perusahaan.

Secara logika sederhana banyak cara untuk melakukan aktifitas mata mata industri dari cara paling sederhana yakni mengorek gorek sampah yang dibuang pesaing , membangun hubungan yang baik dengan orang dalam pesaing sampai menanamkan orang yang menjadi mata mata sebagai karyawan dari perusahaan pesaing.

Menanamkan orang sebagai karyawan di perusahaan pesaing tidaklah sulit di era generasi Y yang lahir setelah tahun 90 an yang tidak mengenal kesetiaan dalam berkarir dan mengutamakan materi.

Generasi Y adalah generasi cerdas yang cepat menangkat setiap ilmu yang diajarkan sehingga karir mereka cepat naik dan cepat menjadi kesayangan pimpinan karena generasi Y lahir di era gadget digital menjadi santapan sehari hari serta era internet sudah booming.

Bisnis jasa mata mata industri adalah bisnis yang dapat dilakukan oleh seseorang dan bahkan dapat diperluas dengan bisnis jasa detektif.

Bisnis jasa detektif dibutuhkan untuk memata matai pasangan suami atau isteri yang selingkuh karena setiap perceraian pasti ujung ujungnya harta gono gini dan jika terbukti pasangan tersebut selingkuh tentunya mempengaruhi harta gono gini yang harus dibagi. Di era internet dan gadget saat ini , selingkuh semakin mudah , bisa via facebook , via blackberry .

Bahkan di Amerika terdapat bisnis jasa tes DNA keliling untuk membuktikan anak hasil pernikahan adalah anak kandung dan bukan anak hasil selingkuhan.

Bisnis mata mata industri dan jasa detektif swasta juga semakin mudah dengan semakin mudahnya memperoleh alat sadap di era digital ini.

Bagi perusahaan semacam perusahaan consumer good, perusahaan farmasi,perusahaan ritel modern , tentunya juga harus melakukan pencegahan untuk menghadapi mata mata industri.

Pencegahan sederhana yang harus dilakukan oleh perusahaan untuk menghadapi mata mata industri adalah menciptakan tim inti yang berisi orang orang lingkaran dalam yang dapat dipercaya untuk membahasa strategi rahasia perusahaan serta membuat ruang meeting khusus yang kedap sadap seperti misalnya memasang jammer anti frekuensi handphone di ruang meeting saat meeting rahasia dan mengharuskan semua pulpen ditinggalkan diluar ruang meeting saat meeting rahasia dan hanya menggunakan pulpen yang disediakan di ruang meeting. File file rahasia perusahaan di hardisk juga sebaiknya di encrypt.

Alat untuk menyadap pembicaraan dibalik tembok ;

Alat untuk memblok semua frekuensi handphone dan wifi ;

Pulpen penyadap berkamera ;

Alarm kunci mobil berkamera :

Pada dasarnya kalau mau berbisnis mata mata industri dan detefktif swasta atau mau mencegah mata mata industry maka anda cukup search di google kata kata “ alat sadap” untuk mempersenjatai diri  untuk berkecimpung di bidang mata mata industri dan detektif swasta.

Peluang seminar dengan tips ” Kiat menghadapi mata mata industri ” kelihatannya dapat mendatangkan banyak peserta.

Semua orang bisa menjadi ahli pemasaran secara otodidak tanpa harus kuliah dan tanpa harus memperkaya orang orang yang mengaku sebagai ahli pemasaran melalui seminar dan pelatihan untuk menguras kocek anda.

www.konsultansolusi.com

Bisnis membuat paket kemasan sekali pakai untuk gula,garam,merica,tusuk gigi,sedotan

Jika kita ke restoran atau menginap di hotel pasti kita akan menemukan kemasan produk gula sekali pakai yang ditempatkan diatas meja atau diberikan jika kita memesan minuman .

Pada dasarnya kemasan produk gula sekali pakai tersebut sulit ditemukan di toko atau ritel modern dan diproduksi oleh perusahaan tertentu untuk dipasarkan ke kalangan konsumen hotel restoran catering.

Gulaku selaku produsen gula bermerek saja tidak berkonsentrasi memasarkan kemasan gula sekali pakai ini di outlet ritel modern padahal dengan kemasan gula sekali pakai ini Gulaku pasti dapat memperoleh margin laba lebih besar .

Produk kemasan sekali pakai yang sering ditemukan di restoran adalah gula , garam , merica ,tusuk gigi dan sedotan .

Dengan semakin berkembangnya jumlah kalangan menengah di Indonesia tentunya membuat bisnis restoran dan hotel tambah meriah karena orang makin sering makan diluar , nongkrong di café , berlibur sehingga harus menginap di hotel.  Konsumsi kemasan sekali pakai ini tentunya makin meningkat dengan makin meriahnya bisnis restoran dan hotel.

Bahkan mungkin konsumen perorangan akan membeli produk kemasan sekali pakai terutama gula jika mudah memperolehnya di retail modern karena jauh lebih praktis membawa gula kemasan sekali pakai kemanapun berpergian.  Minimal konsumen perorangan akan menghemat jika memesan es teh atau teh hangat di suatu restoran jika membawa kemasan gula sekali pakai karena terdapat perbedaan harga yang lumayan antara es teh manis / teh manis dengan es teh/teh.

Pada dasarnya gula,garam,merica adalah produk komoditas yang gampang diperoleh dan tinggal dikemas kedalam kemasan sekali pakai.

Mesin untuk melakukan pengemasan sekali pakai sangatlah mudah diperoleh saat ini .  Jika anda ingin membeli mesin kemasan sekali pakai anda tinggal mencarinya di  www.alibaba.com

Satu hal yang aneh adalah kemasan gula sekali pakai yang populer di Indonesia adalah kemasan berbentuk segi empat padahal di luar negeri kemasan gula sekali pakai yang populer adalah kemasan gula sekali pakai berbentuk stick.

Dunkin Donut Indonesia sudah menggunakan kemasan gula berbentuk stick :

 

Biasanya orang Indonesia pasti suka mengikuti trend di luar negeri dan siapapun yang mau masuk ke bisnis kemasan sekali pakai ini memiliki peluang mendapatkan pangsa pasar dengan mempopulerkan kemasan gula sekali pakai berbentuk stick.

Semua orang bisa menjadi ahli pemasaran secara otodidak tanpa harus kuliah dan tanpa harus memperkaya orang orang yang mengaku sebagai ahli pemasaran melalui seminar dan pelatihan untuk menguras kocek anda.

www.konsultansolusi.com

Awan Tag

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.